Minggu, 05 Maret 2017

PROFILE KODAM XVIII KASUARI

Kodam XVIII/Kasuari

Komando Daerah Militer XVIII/Kasuari

Komando Daerah Militer XVIII/Kasuari (sering disingkat Kodam XVIII/Kasuari), merupakan Komando Kewilayahan Pertahanan di Provinsi Papua Barat pemekaran dari Kodam XVII/Cendrawasih yang berada di Jayapura. Luasnya wilayah dan gangguan keamanan membuat TNI AD merasa perlu membentuk organisasi baru di Kota Manokwari.[1] Kodam baru diberi nama Kodam XVIII/Kasuari,[2][3][4] bermarkas di Kampung Arfai, Distrik Manokwari Selatan, Kota Manokwari, Papua Barat.[5] Pembangunan markas kodam Kasuari itu diatas lahan 24,7 hektar, yang sebelumnya milik Kompi Senapan C. "Tanah itu milik TNI AD, markas Kompi Senapan C dan D, Kompi itu kini pindah ke Distrik Warmare, Pangdam XVIII/Kasuari yang pertama kali menjabat menjabat adalah Mayor Jenderal TNI Joppye Onesimus Wayangkau.[6][7]

Tingkat Komando Satuan Pelaksana Kodam

Satuan Teritorial

Daftar Pangdam

  1. Mayor Jenderal TNI Joppye Onesimus Wayangkau (10 Oktober 2016 - Sekarang)





PROFILE KODAM XVI PATTIMURA

Logo Kodam XVI/Pattimura

Komando Daerah Militer XVI/Pattimura

Komando Daerah Militer XVI/Pattimura merupakan Komando Kewilayahan Pertahanan yang meliputi provinsi Maluku dan Maluku Utara. Wilayah teritorial Kodam XVI/Pattimura meliputi 2 (dua) Provinsi, yaitu Provinsi Maluku dan Provinsi Maluku Utara serta 20 (dua puluh) wilayah Kabupaten/Kota, yaitu 11 Kabupaten/Kota di Provinsi Maluku dan 9 Kabupaten/Kota di Provinsi Maluku Utara dan 171 wilayah Kecamatan, yaitu 60 Kecamatan di Provinsi Maluku dan 111 Kecamatan di Provinsi Maluku Utara. Kodam XVI/Pattimura memiliki 2 (dua) Komando Resort Militer (Korem) yaitu Korem 151/Binaiya terdiri dari 5 Kodim mencakup wilayah Provinsi Maluku serta Korem 152/Babullah terdiri dari 4 Kodim mencakup wilayah Provinsi Maluku Utara.
Pangdam XVI/Pattimura yang sekarang menjabat adalah Mayjen TNI Doni Monardo, S.Ip Mantan Danjen Kopassus.

Tugas-Tugas Kodam XVI/Pattimura

Sebagai Kotama Pembinaan, Kotama Operasi dan Komando kewilayahan, maka Kodam XVI/pattimura mengemban tugas-tugas, sebagai berikut :
  1. Melaksanakan tugas-tugas TNI matra darat di wilayah Maluku dan Maluku Utara.
  2. Melaksanakan pengamanan wilayah Maluku dan Maluku Utara yang berbatasan dengan Negara lain.
  3. Melaksanakan pembangunan dan pembinaan kekuatan TNI matra darat di wilayah Maluku dan Maluku Utara.
  4. Melaksanakan pemberdayaan wilayah pertahanan darat sesuai peran dan wewenangnya serta mewujudkan kemanunggalan TNI-Rakyat.
  5. Melaksanakan tugas-tugas lain sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Sejarah

Untuk menumpas dan menghancurkan yang menamakan diri Republik Maluku Selatan atau ”RMS” di Maluku, Komando Tentara dan Territorium VII Indonesia Timur mulai menyusun rencana gerakan operasi militer yang diberi nama “Komando Pasukan Maluku Selatan“ dengan Komandan Operasi Kolonel A,E. Kawilarang (Panglima TT VII Indonesia Timur), yang kemudian diserahkan kepada Letkol Slamet Riyadi. Komando Pasukan Maluku Selatan pada tahun 1950 mulai melakukan gerakan Operasi Militer di pulau Buru, pulau Seram, pulau Ambon dan pulau-pulau Lease untuk merebut kembali pulau-pulau itu dari tangan RMS. Setelah berhasil dalam gerakan operasinya, maka berdasarkan Penetapan Kasad tanggal 30 Agustus 1950 Komando Pasukan Maluku Selatan diubah menjadi Komando Pasukan ”D” atau KOMPAS ”D” dibawah pimpinan Letkol J.F. Warouw. Kemudian pada tanggal 5 juli 1952 KOMPAS “D” diubah menjadi Resimen Infanteri 25 atau RI “25” dengan Komandannya Letkol. Sukowati. Pada tanggal 27 Mei 1957 Kasad menetapkan Komando Daerah Militer Maluku dan Irian Barat disingkat KDM-MIB, dengan pejabat Pangdam pertama Kolonel Herman Pieters dan pada tanggal 24 Oktober 1959 Komando Daerah Militer Maluku dan Irian Barat diubah menjadi Kodam Maluku Irian Barat disingkat Kodam MIB dengan nama Pattimura. Di dalam proses perkembangannya Irian Barat yang sekarang dikenal dengan Papua dibentuk KODAM tersendiri, maka KDM-MIB diubah namanya menjadi KODAM XV/PATTIMURA. Pemberian nama PATTIMURA dilatar belakangi pada sejarah perjuangan Pahlawan Nasional Pattimura yang berjuang menentang Belanda pada tahun 1817. Pada tanggal 5 Agustus 1960, dalam upacara resmi Pataka KODAM XV/Pattimura diserahkan oleh MKN/KASAD Mayjen A.H.Nasution kepada Panglima KODAM XV/PATTIMURA (waktu itu KDM-MIB). KODAM XV/PATTIMURA yang wilayah hukumnya meliputi seluruh kepulauan Maluku. Fakta-fakta sejarah sebagaimana telah diungkap terdahulu menunjukkan bahwa rakyat dan prajurit Kodam XV/Pattimura secara nyata turut aktif dan tidak pernah ketinggalan dalam berjuang menegakkan, mempertahankan dan mengisi semua aspek perjuangan bangsa, baik perjuangan sebelum proklamasi maupun sesudah proklamasi. Kemerdekaan. Terjadinya keterperpaduan dan kebersamaan dalam perjuangan antara prajurit-prajurit Kodam XV/Pattimura dengan rakyatnya karena adanya persamaan tujuan perjuangan di dalam kehidupan bangsa dan nilai hidup yang luhur berdasarkan Pancasila dan UUD 45, sehingga Kodam XV/Pattimura dianugerahi suatu penghargaan tertinggi oleh Negara, yaitu ” SAM KARYA NUGRAHA ’’ ( SAM= tertinggi, KARYA= Kerja, NUGRAHA= Hadiah ).

Periode Korem 174/Pattimura

Sesuai dengan perkembangan konsepsi strategis Hankam umumnya dan TNI AD khususnya, serta berdasarkan kebijakan Panglima ABRI tentang reorganisasi Angkatan Darat maka beberapa Komando Utama (Kotama) TNI AD termasuk kodam XV/Pattimura mengalami likuidasi sesuai tuntutan kebutuhan organisasi yang dilaksanakan pada tanggal 22 september 1984. Kemudian, berdasarkan Keputusan KASAD tanggal 26 Desember 1984 dan direalisasikan dengan Surat Keputusan Pangdam XV/Pattimura tanggal 8 Januari 1985, maka terbentuklah Korem 174/Pattimura yang wilayahnya meliputi keseluruhan wilayah Kodam XV/Pattimura. Pada tanggal 6 Mei 1985 bertempat di Ambon secara resmi Kodam XV/Pattimura dilikuidasi dengan penyerahan kembali Pataka Kodam XV/Pattimura oleh Brigjen TNI H. Simanjuntak kepada KASAD Jenderal TNI Rudini. Dengan pertimbangan psikologis dan historis, nama Pattimura tetap dipertahankan sebagai nama Korem yang baru dibentuk dengan melantik Kolonel Inf Soeharsono S sebagai Danrem 174 / Pattimura yang pertama. Selanjutnya Korem 174/Pattimura berada di bawah komando Kodam yang baru dibentuk, yaitu Kodam VIII/Trikora, yang berkedudukan di Jayapura.

Periode Kodam XVI/Pattimura

Konflik bernuansa SARA yang terjadi di Maluku pada tanggal 19 Januari 1999 telah menimbulkan instabilitas dan kekacauan sosial bersifat horisontal yang skalanya semakin meningkat dan sulit untuk dikendalikan. Menyikapi kondisi daerah tersebut dan dalam rangka menata kembali Organisasi TNI, pada tanggal 7 Mei 1999 dilaksanakan likuidasi Korem 174/Pattimura, dan dibentuk Kodam XVI/Pattimura pada tanggal 15 Mei 1999 di Ambon dalam suatu Upacara Militer dengan Irup Kasad Jenderal TNI Subagyo HS. Pada kesempatan upacara tersebut Kasad secara resmi melantik Brigjen TNI Max M.Tamaela sebagai Pangdam XVI/Pattimura yang pertama dan hari yang bersejarah tersebut selanjutnya dirayakan sebagai Hari Ulang Tahun Kodam XVI/Pattimura. Sebagai Kodam yang dibentuk dan diresmikan dalam suasana Konflik yang terjadi di Maluku dan Maluku Utara, maka tuntutan tugas pengabdian yang harus diemban cukup berat. Wilayah Kodam XVI/Pattimura yang sangat luas dan memiliki garis perbatasan dengan Negara tetangga menuntut segenap prajurit Kodam XVI/Pattimura bekerja keras, melebihi panggilan tugas dalam melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia di wilayah Maluku dan Maluku Utara dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan Bangsa dan Negara.

Daftar Panglima

Saat bernama Kodam XV/Pattimura:

dibekukan tahun 1985-1999

Saat diaktifkan sebagai Kodam XVI/Pattimura:

Satuan

Satuan Pelaksana Pusat

  1. Zidam XVI/Pattimura
  2. Paldam XVI/Pattimura
  3. Hubdam XVI/Pattimura
  4. Bekangdam XVI/Pattimura
  5. Infolahtadam XVI/Pattimura
  6. Pomdam XVI/Pattimura
  7. Kesdam XVI/Pattimura
  8. Kumdam XVI/Pattimura

Satuan Pendidikan

Satuan Teritorial

1. Korem 151/Binaiya (Ambon)
2. Korem 152/Baabullah (Ternate)

Satuan Tempur & Banpur

  1. Batalyon Infanteri 731/Kabaresi
  2. Batalyon Infanteri 732/Banau
  3. Batalyon Infanteri 733/Raider
  4. Batalyon Infanteri 734/Satria Nusa Samudra
  5. Detasemen Kavaleri 5/Birgus Latro Cakti
  6. Denzipur 5/Chakti Mandra Guna|Detasemen Zeni Tempur 5/Chakti Mandra Guna


 

PROFILE KODAM XIII MERDEKA

Logo Kodam XIII/Merdeka



Kodam XIII/Merdeka

Komando Daerah Militer XIII/Merdeka (sering disingkat Kodam XIII/Merdeka), merupakan Komando Kewilayahan Pertahanan yang meliputi provinsi Sulawesi Utara, Gorontalo dan Sulawesi Tengah. Pangdam XIII/Merdeka yang sekarang menjabat adalah Mayor Jenderal TNI Ganip Warsito.[1][2]

Daftar isi

Sejarah

Berdasarkan Keputusan Kepala Staf Angkatan Darat Nomor Keputusan 33 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Pengesahan Kodam XIII/Merdeka berikut satuan jajarannya, Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Mulyono meresmikan Kodam XIII/Merdeka, bertempat di Lapangan Upacara Makodam XIII/Merdeka, Kota Manado, Sulawesi Utara. Upacara peresmian Kodam XIII/Merdeka juga diikuti dengan upacara pelantikan Mayor Jenderal TNI Ganip Warsito, SE., MM sebagai Pangdam XIII/Merdeka. Seiring diaktifkannya kembali Kodam XIII/Merdeka yang pernah berdiri pada tahun 1957 dan dinonaktifkan kembali pada tanggal 12 Februari 1985 melalui SK No : Skep/131/11/1985 tentang liquidasi kodam dan Kodam XIV Hasanudin menjadi Kodam VII/Wirabuana”.[3][4]

Satuan

Penataan satuan di jajaran Kodam XIII/Merdeka merupakan Alih Kodal dari Kodam VII/Wirabuana. Satuan tersebut meliputi :

Daftar Panglima


Diaktifkan kembali dan diresmikan oleh KSAD Jenderal Mulyono pada tanggal 20 Desember 2016.[5]






Minggu, 05 Februari 2017

PROFILE KODAM VII WIRABUANA

Logo Kodam VII Wirabuana

Komando Daerah Militer VII/Wirabuana

Daftar Panglima Kodam VII/Wirabuana

Panglima Teritorium VII/Indonesia Timur
Panglima T&T VII/Wirabuana
Panglima Kodam XIV/Hasanuddin
Panglima Kodam VII/Wirabuana

Komando Satuan Pelaksana Kodam VII/Wirabuana

Korem 141/Toddo Puli di Watampone

Korem 141/Todopulli membawahi sebelas Kodim dan satu Batalyon Infanteri, yaitu:
  • Kodim 1406/Wajo
  • Kodim 1407/Bone
  • Kodim 1409/Gowa
  • Kodim 1410/Bantaeng
  • Kodim 1411/Bulukumba
  • Kodim 1415/Selayar
  • Kodim 1422/Maros
  • Kodim 1423/Soppeng
  • Kodim 1424/Sinjai
  • Kodim 1425/Jeneponto
  • Kodim 1426/Takalar
  • Yonif 726/Tamalatea

Korem 142/Taroada Tarogau di Parepare

Korem 142/Taroada Tarogau membawahi 10 Kodim dan satu Batalyon Infanteri, yaitu:
  • Kodim 1401/Majene berkedudukan di Majene
  • Kodim 1402/Polmas berkedudukan di Polewali
  • Kodim 1403/Luwu berkedudukan di Palopo
  • Kodim 1404/Pinrang berkedudukan di Pinrang
  • Kodim 1405/Parepare berkedudukan di Parepare
  • Kodim 1414/Tator berkedudukan di Tator
  • Kodim 1418/Mamaju berkedudukan di Mamuju
  • Kodim 1419/Enrekang berkedudukan di Enrekang
  • Kodim 1420/Sidrap berkedudukan di Sidenreng
  • Kodim 1421/Pangkep berkedudukan di Pangkajene
  • Yonif 721/Makkasau berkedudukan di Benteng Pinrang

Korem 143/Halu Oleo di Kendari

Korem 143/Halu Oleo membawahi empat Kodim dan satu Batalyon, yaitu:
  • Kodim 1412/Kolaka
  • Kodim 1413/Buton
  • Kodim 1416/Muna
  • Kodim 1417/Kendari
  • Yonif 725/Waroagi

Resimen Induk Militer Kodam VII/Wirabuana

  • Secaba Rindam VII/Wirabuana
  • Secata Rindam VII/Wirabuana
  • Dodiklatpur Rindam VII/Wirabuana
  • Dodikjur Rindam VII/Wirabuana
  • Dodikbelanegara Rindam VII/Wirabuana

Satuan Bantuan Tempur

Satuan Tempur








Kamis, 05 Januari 2017

PROFILE KODAM VI MULAWARMAN

Logo Kodam VI Mulawarman

Komando Daerah Militer VI/Mulawarman

Komando Daerah Militer VI/Mulawarman merupakan Komando Kewilayahan Pertahanan yang meliputi provinsi Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Selatan. Kodam ini merupakan hasil likuidasi dari Kodam VI/Tanjungpura, yang pada tanggal 28 Juni 2010 dipecah secara resmi oleh KASAD Jenderal TNI George Toisutta menjadi 2 Kodam yaitu Kodam VI/Mulawarman dan Kodam XII/Tanjungpura[1][2]. Pangdam VI/Mulawarman saat ini adalah Mayor Jenderal TNI Benny Indra Pujihastono.

Sejarah

1949

Komando Daerah Militer ini berasal dari Angkatan Laut RI Divisi IV/Pertahanan Kalimantan yang terbentuk pada tanggal 4 Oktober 1949, berkedudukan di Kandangan, Kalimantan Selatan. Oleh Pemerintah RI, ALRI Divisi IV ini ditetapkan menjadi Satuan Angkatan Darat dengan nama Divisi Lambung Mangkurat dengan wilayah seluruh Kalimantan. Terhitung 5 Januari 1950, Divisi Lambung Mangkurat ditetapkan menjadi Teritorium Kalimantan yang membawahi Sub Teritorium, yang kemudian di likuidasi menjadi tiga brigade operasi, yaitu Sub Ter I menjadi Brigade G, Sub Ter II menjadi Brigade F dan Sub Ter III menjadi Brigade E.

1959

Guna pengendalian pola operasi dan pembinaan, pada tanggal 20 Juli 1959, KASAD waktu itu Kolonel AH Nasution meresmikan berdirinya Komando Tentara Teritorium VI Tanjungpura berkedudukan di Banjarmasin, yang kemudian dijadikan tonggak sejarah hari jadinya.

1968

Karena alasan sangat luasnya territorial, pada 29 Maret 1968, dibentuk Komando Antar Daerah Kalimantan (Koandakal) bermarkas di Banjarmasin, sekaligus menghapus TT-VI Tanjungpura beserta jajarannya.

1970-an

Awal 1970-an, Koandakal dihapus da diubah menjadi Komando Wilayah Pertahanan (Kowilhan) III/Kalimantan. Seiring penyempurnaan Kowilhan pada tahun 1974, Kowilhan III/Kalimantan masuk dalam Kowilhan III/Sulawesi-Kalimantan.

1984

Pada tanggal 3 Desember 1984, ketika terjadi reorganisasi dari 16 Kodam menjadi 10 Kodam maka tiga Kodam yang ada di wilayah Kalimantan direorganisasi menjadi satu Kodam. Untuk itu, pada Mei 1985 secara resmi Kodam VI/Tanjungpura berdiri dan markasnya yang semula di Kota Banjarmasin pindah ke Kota Balikpapan.[3]

Kodam sebelumnya

Sebelumnya di Kalimantan terdapat 3 Kodam yang masing-masing memiliki wilayah teritorial di tiap provinsi di Kalimantan, walaupun kemudian Kodam-kodam tersebut digabung pada tanggal 3 Desember 1984. Kodam-kodam tersebut diantaranya adalah:

Tingkat Komando Satuan Pelaksana Kodam

Korem 091/Aji Surya Natakesuma

Sering disingkat Korem 091/ASN, Korem ini bermarkas komando di Kota Samarinda, dan wilayah teritorial mencakup Kalimantan Timur.[4]
Memiliki pasukan diantaranya adalah:
  1. Yonif 611/Awang Long di Kota Samarinda
Sedangkan Kodim yang berada di bawah komando adalah:

Korem 101/Antasari

Sering disingkat Korem 101/ANT yang berdiri pada tanggal 20 Desember 1961. Korem ini bermarkas komando di Kota Banjarmasin, dan wilayah teritorial mencakup Kalimantan Selatan. Memiliki pasukan:[5]
  1. Yonif 621/Manuntung di Kota Barabai, Kalimantan Selatan
  2. Yonif 623/Bhakti Wira Utama di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan
  3. Yonif 622/Tanah Laut di Pelaihari, Kalimantan Selatan
Sedangkan Kodim yang berada di bawah komando adalah:

Satuan Tempur

Satuan Bantuan Tempur

Satuan Pendidikan

Pengembangan

Naik Status

Kodim di wilayah Komando Daerah Militer VI/Mulawarman akan dinaikkan status yaitu
  1. Kodim 0902/Tanjung Redeb
  2. Kodim 0914/Tideng Pale

Daftar Panglima


Saat bernama T&T VI/Tanjungpura, berkedudukan di Banjarmasin:


Saat bernama Kodam IX/Mulawarman, berkedudukan di Balikpapan:


Saat bernama Kodam VI/Tanjungpura, berkedudukan di Balikpapan:


Saat bernama Kodam VI/Mulawarman, berkedudukan di Balikpapan: